BANDA ACEH- Berdasarkan info yang beredar dikabarkan bahwa Presiden Jokowi akan datang ke Aceh untuk menghadiri pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah di gedung DPRA. Kedatangan Jokowi ke Aceh sambilan transit di bandara Internasional Sultan Iskandar Muda sebelum melanjutkan perjalanan ke Turki.

Menanggapi beredarnya kabar ini Sekretaris Jenderal PW KAMMI Aceh Muhd. Rona Fajri menolak kedatangan Jokowi ke Aceh. Penolakan ini dikarenakan atas sikap pemerintahan Jokowi yang disinyalir mulai menghapus sedikit demi sedikit subsidi Listrik dan BBM. Hal ini bisa dilihat dari semakin mahalnya tarif listrik setiap bulannya ketika ada rakyat yang membayar listrik ataupun membeli token listrik namun cepat habisnya. Adapun BBM bisa dirasakan dengan semakin sulitnya mendapatkan premium.

Untuk itu Rona mengatakan “Jika subsidi Listrik dan BBM dicabut sebaiknya Jokowi Transit di Bulan saja jangan di Aceh.” tegas Rona.

Sungguh semakin lama rakyat semakin merasakan mahalnya membayar listrik dan harus berpindah dari pemakaian premium ke pemakaian pertalite dan pertamax. Memang tarif TDL dan harga BBM tidak dinaikkan tapi ada skema lain yang terasa sedang dimainkan oleh pemerintah. Ada kesan BBM premium yang disubsidi sengaja dibuat langka sehingga rakyat terpaksa membeli pertalite atau pertamax.

Akibatnya, rakyat semakin lama semakin harus mengeluarkan biaya yang mahal untuk membayar listrik dan BBM yang merupakan kebutuhan pokok sehari-hari. Belum lagi kebutuhan pokok lainnya yang semakin mahal. Akhirnya, rakyatlah yang lagi-lagi harus menanggung beban atas semua ini.

Pin It on Pinterest