Banda Aceh- Sudah seminggu Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir dan Yaman yang kemudian diikuti Maladewa dan Libya memutuskan hubungan dengan Qatar pada Senin (5/6). Disamping pemutusan hubungan diplomatik, Arab Saudi juga mengakhiri peran militer Qatar dari medan pertempuran di Yaman. Dalam waktu singkat, terdapat beberapa dampak signifikan dari pemutusan hubungan diplomatik ini disebabkan langkah negara-negara Teluk terhadap Qatar diikuti dengan langkah isolasi terhadap posisi geografis Qatar baik dari udara, darat ataupun laut. Kondisi ini merupakan akumulasi dari tensi diplomatik di kawasan Teluk dalam beberapa waktu terakhir.

Keputusan Saudi merupakan bagian dari usaha menjaga keamanan nasionalnya. Kebijakan-kebijakan Doha dianggap Riyadh menciptakan konflik internal di dalam internal pemerintahan Saudi dan mengancam kedaulatan. Kebijakan Qatar yang mendukung kelompok-kelompok yang dianggap Arab Saudi sebagai bagian dari teror dan sektarian dapat menciptakan ketidakstabilan di kawasan teluk.

Bagi UEA, posisinya jelas mendukung posisi Saudi terhadap Qatar bahwa terdapat ancaman bagi negara-negara Teluk dan juga terhadap stabilitas dan keamanan di kawasan. Posisi serupa dimiliki oleh Bahrain. Bahrain menyatakan bahwa posisi Qatar menciptakan instabilitas di kawasan. Bahrain menuduh Qatar memberikan dukungan terhadap aktivitas terorisme dan menciptakan kekacauan di dalam negeri Bahrain.

Mesir dalam pernyataannya mengatakan bahwa posisi Qatar membawa ideologi Al Qaeda, mendukung gerakan ISIS dan kelompok teror di Sinai. Dukungan Qatar terhadap posisi Ikhwanul Muslimin (IM) juga dianggap mengancam internal Mesir dan keamanan nasional negara-negara Arab yang akan menciptakan pembagian di dalam masyarakat Arab.

Selanjutnya, Yaman menuduh keberadaan Qatar bekerja bersama musuh dari pemerintah Yaman yaitu milisi Houthi yang mendapatkan dukungan dari Iran.

Terlepas dari semua alasan pemutusan hubungan diplomatik diatas. Ketua Umum PW KAMMI Aceh Tuanku Muhammad yang juga salah satu penerima beasiswa Qatar Charity Aceh mengharapkan agar tindakan isolasi yang dilakukan oleh beberapa Negara Teluk terhadap Qatar dapat segera dicabut.

Seharusnya dalam menyelesaikan permasalahan ini dapat dengan mengutamakan perundingan antar Negara guna mencari cara terbaik antara Negara-Negara teluk dan Qatar. Apalagi yang saling bertikai ini adalah sesama Negara muslim. Sangat disayangkan jika dalam bulan Ramadhan tahun ini harus terjadi pertikaian.

Akibat konflik ini tentu akan ada banyak kerugian yang akan dirasakan oleh para penduduk Qatar. Tidak hanya Qatar saja tapi juga penduduk muslim dari Negara lainnya yang saat ini sedang bekerja di Qatar.

Disamping itu, KAMMI Aceh juga mengharapkan agar Negara Indonesia dapat mengambil bagian dalam menjadi pihak ketiga bersama Turki Negara-negara Islam lainnya untuk menjadi penengah dalam menyelesaikan konflik ini. Dan OKI sebagai representatif organisasi terbesar negara-negara muslim dapat segera bertindak.

Pada Akhirnya kita mengharapkan agara konflik ini bisa segera selesai sebelum perayaan Idul Fitri. Sehingga di hari kemenangan nanti semua muslim di dunia bisa merasakan kebahagian dan ketenangan.

Pin It on Pinterest