“Jika di dunia ini kita tidak menegakkan umat baru yang mengembankan dakwah dan mengibarkan risalah kebenaran, maka selamat tinggal bagi dunia dan kemanusiaan” (Hasan Al-Banna)._

Pontianak – Bila penyiapan Sumber Daya Manusia adalah faktor terpenting dalam mewujudkan kejayaan Indonesia, maka KAMMI akan menjadi yang terdepan menyiapkan manusia-manusia Indonesia hingga terbentuklah Generasi Emas Indonesia. Atas dasar ini KAMMI merumuskan target rekrutmen 100.000 kader Jayakan Indonesia 2045.
Rekrutmen 100.000 kader baru bukanlah hal yang mudah. Proyek raksasa ini perlu konsolidasi seluruh level KAMMI dan strategi yang matang. Apalagi saat ini hampir semua gerakan mahasiswa kehilangan popularitasnya, karena lambatnya adaptasi pada masa transisi karakter masyarakat. Karakter masyarakat terutama anak muda bisa jadi berubah.

Menurut Marc Persnky, ia membagi manusia hari ini ke dalam _Digital Native_ dan _Digital Immigrant. Digital Native_ adalah mereka yang sudah berinteraksi dengan teknologi informasi sejak dini, sementara _digital immigrant_ adalah orang yang baru berinteraksi dengan teknologi informasi ketika dewasa. Diantara karakteristik _Digital Native_ adalah menyukai kebebasan, rentang perhatian pendek, berpikir cepat dan kehilangan kedalaman, intinya menyukai segala yang serba instant.
Banyak istilah seperti _baby bloomers-millenial, gen xyz_, dst tergantung perumus teorinya. Intinya adalah tugas kita mempelajari perilaku objek yang akan kita sasar dengan riset. Jika kita tahu perilaku mereka dan apa yang mereka mau, kita akan bisa menyampaikan dan “berbicara” pada mereka. Berbicara dengan bahasa kaum kata Rasul.
Maka penting bagi kita sebelum menggagas strategi rekrutmen, memulainya dengan riset. Karena berbeda orang, tempat, suku, kampus, berbeda strategi rekrutmennya. Kampus seperti fakultas kedokteran berbeda strateginya dengan kampus teknik, begitu juga kampus umum dengan IAIN.

Tentunya dalam melakukan rekrutmen, kita juga memiliki rival atau kompetitor. Bisa jadi gerakan mahasiswa lain, bahkan lembaga dakwah kampus. Tentunya strategi yang kita rancang harus berbeda dengan rival kita agar hasil rekrutmen kita optimal karena _“A market space that has yet to have been explored by any other business – meaning it is a land full of opportunity”._

Kalau dalam teori bisnis ada yang namanya _red ocean strategy_ dan _blue ocean strategy._ Dua teori ini dilontarkan oleh Chan Kim asal Korea, Renee Mauborgne dari Perancis. Red ocean strategy berusaha memenangkan pasar _(compete in existing market space),_ bertarung dengan keras dalam persaingan _(beat the competition),_ dan mengeksploitasi permintaan pasar yang ada _(exploit existing demand)._
Sedangkan _blue ocean strategy_ menuntut para pelaku bisnis secara inovatif bisa menciptakan ruang pasar baru yang tidak banyak hambatan _(create uncontested market space)_, menciptakan dan menangkap permintaan baru _(create and capture new demand),_ dan sekaligus membuat kompetisi menjadi tidak relevan _(make the competition irrelevant)_. Dengan kemampuan berinovasi maka pelaku bisnis akan meninggalkan pasar lama yang penuh dengan persaingan yang keras dan berenang menuju lautan biru yang tenang dan menyenangkan.
_Blue ocean strategy_ ditopang inovasi dan kreativitas yang harus selalu diperbaharui setiap waktu. Karena jika pesaing sudah meniru dan mengikuti maka bisa jadi pengelola bisnis dengan strategi ini akan tenggelam dalam lautan merah (red ocean) kembali. Maka kreatifitas dan inovasi harus tetap dipertahankan bagi perusahaan – perusahaan yang mengambil stategi blue ocean ini. Kunci inovasi dan kreativitas tidak hanya terletak pada inovasi teknologi saja, namun juga perlu menonjolkan keunikan karakteristik produk yang tidak dimiliki oleh pesaing.
Dalam merumuskan _Blue Ocean Strategy_ untuk menemukan ruang bebas, yang kita lakukan adalah _RERC (Raise, Eliminate, Reduce, Create)._ Dalam Raise kita menawarkan produk yang memiliki kualitas tinggi dibandingkan rival kita. Artinya proyek pelayanan KAMMI harus lebih baik daripada yang lain –tentu saja baik di sudut pandang objek kita-.
Di lapangan selalu ada kendala atau barrier maka langkah kedua adalah _Eliminate_ atau menghilangkannya. Cara simpelnya adalah penggunaan teknologi. Kemudian langkah ketiga adalah _Reduce._ Prinsipnya adalah kurangi dan substitusi beberapa produk atau faktor namun tidak mengurangi kualitas.
Langkah terakhir adalah _create._ Tentukan daftar inovasi yang akan kita wujudkan. Ciptakan beberapa hal yang tidak pernah dilakukan oleh rival kita. Poin ini memang langkah sulit namun kita akan mendapatkan potensial sukses apabila produk kita ngehits.

_Blue Ocean Strategy_ membuat kita untuk ‘think big’, berpikir besar. Kita tidah hanya mencoba untuk mengikis permasalahan, tapi kita mencoba untuk mencapai hal-hal hebat dalam skala besar.

Namun semua hal terkait _Blue Ocean Strategy_ atau tools dalam penentuan strategi apapun, bermula dari data. Jangan gunakan strategi tahun lalu karena bisa jadi ini berbahaya sebagaimana ungkapan Peter Drucker _“In Times of Turbulence The Biggest Danger is to Act with Yesterday Logic.”_ (Andika Indra Purwantoro Koor. Humas KAMMI Wil. KALBAR)

Pin It on Pinterest