Jakarta – Kita bisa menemukan Tafsir/Pandangan KAMMI atas Pancasila di dalam Platform Perjuangan KAMMI Jayakan Indonesia 2045. Sejauh ini, baru KAMMI yang memiliki tafsir dan pandangan yang jelas bagaimana mengintrrnalisasi dan membuat Pancasila hidup dalam diri kader-kader KAMMI. Gagasan dan tafsir yang sungguh menggugah Generasi Muda, khususnya Mahasiswa, untuk berkontribusi dan menajadi Pahlawan-pahlawan baru Indonesia. Wajib dibaca oleh kader KAMMI di Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2017 ini. Selamat membaca!.

KAMMI : PANCASILA ADALAH DASAR DAN PRASYARAT KEJAYAAN INDONESIA

Pancasila adalah konsensus terbaik dari pendiri bangsa sehingga menjadi dasar yang kokoh dan sempurna bagi negara Indonesia. Ia menjadi alat pemersatu yang mampu menyatukan rasa, jiwa, kehendak, dan dedikasi seluruh manusia Indonesia untuk bergerak mencapai tujuan yang sama: mewujudkan seluruh cita-cita kemerdekaan Indonesia. Dengan kata lain, Pancasila adalah prasyarat demi meraih kejayaan Indonesia.
Tidak ada kejayaan tanpa landasan ketuhanan. Tidak ada kejayaan tanpa kemanusiaan yang adil dan beradab. Tidak ada kejayaan tanpa persatuan. Tidak ada kejayaan tanpa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalampermusyawaratan/perwakilan. Tidak ada kejayaan tanpa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila mendasari segala upaya mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Pancasila bergerak mendasari, menginspirasi, memberi semangat, mempersatukan sekaligus menjadi koridor bagi segala tindakan dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Apapun capaian yang dicapai oleh bangsa ini tidak berarti apa-apa bila tidak didasari dan tidak sejalan dengan Pancasila.

Bila hari ini Pancasila tidak mampu menginspirasi dan menggerakkan anak-anak bangsa untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, hal itu karena kita tidak menafsirkan Pancasila secara jujur dan murni. Pancasila tidak dapat bekerja pada anak-anak bangsa yang tidak tulus mencintai Indonesia. Pancasila juga tidak akan menggerakkan manusia-manusia yang hatinya kering tanpa cahaya dan rahmat dari Allah SWT.

Menginternalisasi Pancasila adalah menata hati, menggerakkan jiwa, hingga berkontribusi nyata untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Agar dapat menginternalisasi Pancasila dengan baik, setiap anak bangsa harus memahami tafsir Pancasila dengan baik dan utuh selayaknya para pendiri bangsa yang merumuskan Pancasila dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan. Tafsir Pancasila yang KAMMI maksud yaitu:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Kemerdekaan Indonesia dari penjajah bukan suatu kebetulan atau usaha belaka, tetapi merupakan berkat dan rahmat dari Tuhan YME. Oleh karena itu, Indonesia merupakan negara yang meyakini bahwa Tuhan merupakan sumber keberkahan. Tanpa adanya rahmat Tuhan YME, maka bangsa Indonesia tidak akan merdeka dan tidak mampu terlepas dari belenggu penjajahan. Melalui izin Tuhan YME pula Indonesia masih ada hingga kini dengan segala kekayaan sumber daya yang diamanahkan untuk segenap bangsa Indonesia.
Spirit sila pertama adalah spirit bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berketuhanan.

Bangsa Indonesia menyadari dirinya sebagai perpanjangan Tuhan untuk merawat sepenggal firdaus tanah air Indonesia. Maka, agama adalah rahmat dan sumber kekuatan bagi Indonesia. Agama adalah alat pemersatu dan pencipta harmoni. Agama adalah pembinaan yang melahirkan manusia-manusia terbaik yang merawat Indonesia. Agama adalah ilham dan sumber inspirasi yang membuat pikiran dan semangat Indonesia tetap hidup dan menyala penuh optimisme.

Manusia Indonesia adalah hamba-hamba Tuhan yang menjalankan risalah Tuhan di tanah air Nusantara. Manusia Indonesia hidup dan menjaga kehidupan atas bimbingan agama. Agama menggerakkan setiap manusia Indonesia untuk merawat dan mengisi kemerdekaan hingga seluruh cita-cita kemerdekaan Indonesia terwujud.

Mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia merupakan cita-cita yang berlandaskan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa. Cita-cita tersebut adalah wujud syukur atas kemerdekaan yang diberikan oleh Tuhan YME. Maka, usaha mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia adalah bentuk perwujudan misi ketuhanan, yakni perdamaian, kesejahteraan, dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kehidupan pasca kemerdekaan ternyata bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Selain segenap narasi, Indonesia membutuhkan dukungan sistem dan kondisi dalam rangka mengejawantahkan cita-cita kemerdekaan. Hal ini menjadi penting, agar tertanamnya nilai dan norma yang menciptakan suasana kondusif untuk pencapaian cita-cita kemerdekaan yang berkelanjutan.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Nilai kemanusiaan adalah sistem nilai universal yang menciptakan kesadaran bahwa setiap manusia tetap menjadi manusia. Manusia sebagai individu dan entitas sosial terkecil dalam suatu negara harus dilindungi haknya. Menghargai manusia adalah nilai dasar yang paling penting dalam mengelola hubungan dan interaksi dalam manusia. Menghargai manusia juga merupakan prinsip penting dalam hubungan antar negara dengan rakyatnya. Tanpa kemanusiaan, kehidupan akan kehilangan makna, menjadi destruksi dan anarki. Tanpa kemanusiaan, Indonesia akan luluh lantah dengan kehancuran peradaban.

Bangsa dan negara Indonesia berdiri di atas kehendak memanusiakan manusia Indonesia yang dijajah. Penjajahan yang dilakukan kolonialis telah menghilangkan kemanusiaan karena manusia-manusia Indonesia diperbudak, diperalat, dikekang, dan dihilangkan kehormatannya. Inilah yang membangkitkan solidaritas dan semangat perlawanan hingga lahir gagasan membebaskan kemanusiaan Indonesia. Solusinya adalah membuat pemerintahan sendiri yang melindungi dan memuliakan kemanusiaan Indonesia. Hal ini menegaskan bahwa dehumanisasi memberikan memori kolektif yang buruk bagi bangsa.

Spirit kemanusiaan yang adil dan beradab mempunyai indikasi nilai dasar yang sah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Manusia yang mempunyai multi identitas hendaknya diperlakukan adil. Adil dalam konsep ini adalah proporsional dan distributif, sehingga dalam kehidupan manusia baik secara individu dan kelompok etnis, agama, suku, dan identitas lokal dilindungi secara nasional. Dimensi beradab dilandaskan pada nilai moral, etika, dan spiritualitas bangsa. Tanpa kebangsaan, kemanusiaan tak ada artinya, sehingga keberadaban manusia dalam Pancasila menjadi hal yang utama untuk diaktualisasikan dalam falsafah hidup manusia yang egaliter dan merdeka.

Secara konseptual, perwujudan sila kedua Pancasila memberikan peluang yang positif dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan negara sebagai badan legal formal yang berfungsi untuk menciptakan rasa aman serta melindungi martabat bangsa dan rakyat secara keseluruhan. Hal itu sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menuntut terwujudnya kehidupan kebangsaan yang bebas, bermartabat, adil, dan makmur. Ukuran kemakmuran dan kesejahteraan dimulai dari keamanan nasional dan jaminan hak asasi manusia Indonesia untuk hidup dengan adil dan beradab. Bangsa yang memiliki peradaban yang tinggi dan sistem keadilan yang terdistribusi secara proporsional dalam segala aspek akan memberikan stimulus kemajuan ekonomi, kebudayaan, pertahanan dan keamanan, serta stabilitas politik.

Pentingnya meningkatkan indikator-indikator kemanusiaan dan martabat setiap warga negara menjadi tangga menuju tercapainya cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia. Keadilan juga harus diperjuangkan sebagai cara, tujuan, dan alat untuk mengurangi intensi konflik, meningkatkan kesejahteraan, dan mempererat kebangsaan sebagai upaya mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

3. Persatuan Indonesia
Persatuan Indonesia adalah prasyarat mutlak bagi terwujudnya seluruh cita-cita kemerdekaan Indonesia. Persatuan seluruh rakyat melalui Sumpah Pemuda 1928 telah membuktikan bahwa kemerdekaan Indonesia bisa diwujudkan meski awalnya dirasa mustahil. Tak ada keutuhan NKRI tanpa persatuan rakyat Indonesia. Tak ada persatuan tanpa keadilan, kemanusiaan, dan kedaulatan rakyat.

Perbedaan dan keberagaman yang mendiami tanah air Indonesia adalah kekayaan dan anugerah Allah SWT. Keberagaman adalah potensi yang membuat bangsa Indonesia menjadi berkepribadian dan kuat. Keberagaman tidak menjadi alasan perpecahan bangsa dan negara Indonesia. Persatuan dalam keberagamaan adalah keindahan sekaligus kekuatan yang membuat Indonesia lebih membanggakan dari bangsa manapun.

Persatuan Indonesia terbangun atas persamaan, keadilan, kemanusiaan, toleransi, gotong royong, kesejahteraan, dan kesamaan cita-cita. Persatuan Indonesia juga dibangun atas dasar keluhuran budaya dan agama yang dipegang teguh oleh setiap rakyat Indonesia. Persatuan adalah rahmat dan keberkahan dari Allah SWT yang membuat bumi Indonesia tetap layak disebut sepenggal surga firdaus.

Persatuan adalah nafas dan energi yang mengalahkan keegoisan golongan untuk lebih mencolok dalam suatu keberagaman. Sehingga mampu menjadi spirit yang terus hidup untuk menelurkan karya-karya dalam cita yang lebih baik.
Indonesia membutuhkan persatuan untuk menuntaskan kerja-kerja besar dalam membangun martabat bangsa dimata dunia. Indonesia membutuhkan persatuan untuk membangun ketahanan nasional dan kesejahteraan umum dalam rangka menunaikan cita-cita kemerdekaan Indonesia, serta mewujudkan perdamaian dunia.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan
Bangsa dan rakyat Indonesia berdiri dari dan oleh rakyat Indonesia. Rakyat adalah pilar utama dalam formasi pembentukan Indonesia. Rakyat Indonesia telah mengorbankan harta, keringat, darah, air mata, bahkan nyawa bagi terwujudnya kemerdekaan dan pemerintahan Indonesia merdeka. Maka, rakyat adalah pemilik sah Indonesia. Rakyat menjadi pusat dari kedaulatan dan pengabdian negara Indonesia.
Pelaksanaan kedaulatan rakyat adalah menempatkan rakyat sebagai pusat aspirasi dan kehendak. Rakyat merepresentasikan dirinya melalui kepemimpinan yang memiliki hikmat kebijaksanaan. Kepemimpinan harus tetap menempatkan rakyat sebagai pusat kedaulatan dengan menjadikan permusyawaratan/perwakilan sebagai proses pengambilan kebijakan. Kolektifitas partisipasi rakyat adalah kekuatan sejati bangsa dan negara Indonesia.

Kebersamaan rakyat Indonesia merupakan tulang punggung keberlangsungan hidup bangsa dan rakyat Indonesia. Persatuan rakyat adalah prasyarat tercapaian kejayaan Indonesia. Memanusiakan rakyat adalah prasyarat pembangunan. Memajukan rakyat akan membuat pembangunan Indonesia sempurna.
Negara didirikan oleh rakyat sehingga harus memperlakukan rakyat secara adil dan penuh kebijaksanaan. Setiap rakyat memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama di mata hukum, ekonomi, sosial, kebudayaan, keamanan, dan pertahanan negara. Setiap rakyat juga memiliki kewajiban yang sama untuk mencintai, menjaga, melindungi, berkorban, dan membela kesatuan dan keutuhan Indonesia. Setiap rakyat juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk berkontribusi dengan kontribusi terbaik demi mewujudkan seluruh cita-cita kemerdekaan Indonesia.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Indonesia merupakan negara merdeka yang didorong oleh keinginan luhur bangsa Indonesia yang saat itu bercita-cita bebas dari bangsa penjajah. Keinginan luhur ini berlandaskan atas rasa solidaritas antar seluruh rakyat Indonesia yang senasib dan sepenanggungan. Rasa solidaritas ini harus terus dijaga di setiap rakyat Indonesia agar timbul rasa memiliki dan rasa tanggung jawab untuk bersama-sama memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan dalam menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Hak-hak warga negara, antara lain hak menyuarakan pendapat, menyampaikan aspirasi, berserikat, memilih kepercayaan dan agama, serta menggunakan hak pilih saat transisi kepemimpinan. Kewajiban warga negara antara lain mencintai dan membela negara, menjalankan undang-undang, membayar pajak, dan mentaati hukum yang berlaku. Semua jaminan dan perlindungan terhadap hak dan kewajiban tersebut harus terpenuhi untuk setiap warga negara.

Tak hanya itu, sila kelima juga mengandung spirit persamaan kedudukan di dalam hukum dan pelayanan negara. Setiap warga Indonesia wajib mengikuti aturan dan undang-undang yang berlaku dan bersedia dihukum jika terbukti melakukan kesalahan. Setiap warga Indonesia juga mempunyai kedudukan yang sama dalam hal mendapatkan pelayanan profesional dalam urusan berbangsa dan bernegara.

Pemerataan akses fasilitas, jaminan, dan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan sumber daya harus dirasakan oleh setiap warga negara di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan. Perwujudan keadilan sosial yang telah dijabarkan di atas adalah sebagai upaya untuk mewujudkan salah satu cita-cita kemerdekaan Indonesia, yaitu memajukan kesejahteraan umum.

****
Penafsiran yang jujur dan tepat atas Pancasila adalah fondasi dari kepahaman yang akan menggerakkan anak-anak bangsa Indonesia untuk berbuat dan berkontribusi dengan karya terbaik. Pancasila dan cita-cita kemerdekaan akan menjadi visi dan komitmen yang melahirkan dedikasi untuk kejayaan Indonesia. Dedikasi yang membuat siapa pun dan dimana pun manusia Indonesia berada akan memiliki fokus pada satu tujuan: mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

KAMMI mencita-citakan Indonesia meraih kejayaan pada tahun 2045 dimana saat itu seluruh cita-cita kemerdekaan telah terwujud. Untuk mencapainya tentu akan menghadapi tantangan, cobaan, rintangan, dan hambatan yang kian keras. Oleh karenanya, yang dibutuhkan bukan sekadar satu-dua manusia Indonesia yang cemerlang, tetapi generasi yang memiliki dedikasi dan kontribusi terbaik. Generasi emas inilah yang KAMMI persiapkan sebagai modal dasar kejayaan Indonesia.

Bila seluruh anak bangsa memiliki dedikasi dan bergotong royong untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, maka apapun cobaan tidak menjadi penghalang. Hal itu karena cobaan adalah keniscayaan yang dihadapi semua bangsa. Sementara itu, dedikasi dan gotong royong semua anak bangsa akan dapat mengatasi segala cobaan sehingga cita-cita kemerdekaan akan tetap terwujud.

Demikian yang KAMMI harapkan, membuktikan hipotesis Presiden Soekarno bahwa hanya Pancasila yang dapat menyatukan seluruh rakyat Indonesia demi mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia. Kini saatnya Pancasila bekerja menjadi pemahaman yang menginspirasi dan menggerakkan manusia-manusia Indonesia sehingga lahir kontribusi-kontribusi terbaik dari seluruh anak bangsa. Bila Sumpah Pemuda telah menyatukan visi, dedikasi, dan komitmen kerja pejuang kemerdekaan untuk mewujudkan kemerdekaan, maka sekarang saatnya Pancasila dan cita-cita kemerdekaan menjadi visi, dedikasi, dan komitmen seluruh anak bangsa untuk mewujudkan seluruh cita-cita kemerdekaan Indonesia.
*

Dikutip dari Platform Perjuangan KAMMI Jayakan Indonesia 2045 yang dirumuskan dalam Rakornas KAMMI di Bandar Lampung pada 29 Mei 2016.

Pin It on Pinterest