Kondisi terkini Prabowo Hadisusilo (22) pascapengobatan

BOGOR– Prabowo Hadisusilo (22), menyatakan bahwa tujuan dari aksi KAMMI rabu (24/5) lalu bukan untuk anarkis, tetapi semata-mata untuk mewakili suara rakyat.  Kader KAMMI Perjuangan UIKA Bogor yang akrab dipanggil Dodo ini merupakan salah satu peserta aksi  yang menjadi korban tindakan represif oknum polisi. Alhasil, empat jahitan menghiasi sisi sebelah kanan kepalanya.

“Pesannya sih jangan gampang terbawa emosi aja kalau nanti ada temen kita yang  terluka, karena kita aksi bukan untuk anarkis tapi mewakili suara rakyat yang terzholimi oleh pemerintah walau jiwa dan raga ane di gebug-gebug,”

Sehari selepas Aksi, tim media PP (Pengurus Pusat) KAMMI pun mencari tahu kondisi terkini Dodo, setelah melalui pencarian kontak, dijalinlah komunikasi langsung padanya.

“Alhamdulillah ane baik Bang..  ya paling cuman di jait doang gpp ko,” balasnya melalui pesan chatting whatsapp.        

Ia pun menyampaikan bahwa niatnya turun ke jalan sebagai perwakilan yang menyuarakan suara rakyat

“Demi suara  rakyat ane rela berkorban, ya dikit-dikit ibadah di jalan Allah SWT,” ketik kader asli Kota hujan ini.

Ia juga menceritakan sedikit kronologis pasca pemukulan yang membuatnya tidak sadar.

“Soal dipukulin sama polisi, ane ga tau karena waktu itu kondisinya gelap, pas dipukulin ane ga sadar dan mata berkunang-kunang,” kisahnya.

Semoga apa yang dilakukan dan dialami Dodo bersama rekan-rekan KAMMI lain terutama yang mendapatkan tindakan represif oknum aparat mendapatkan balasan pahala terbaik di sisi Allah SWT dan sakitnya menjadi pelebur dosa-dosa. Kepada bapak-bapak polisi, salam damai dan berkah Bulan Suci Ramadhan dari KAMMI. (Humas)

Prabowo Hadisusilo (22) terluka, saat Aksi KAMMI pada Rabu (24/5) mendapat respon represif dari oknum aparat

Pin It on Pinterest