•  Oleh Ita Roihanah

Kadept Kaderisasi PP KAMMI

Bismillahirrahmanirrahiim, ikhwahfillah, bagaimana kabar nikmat buka puasa pertama di Ramadhan kemarin? Bagaimana rasa sahur kedua pagi ini? Saya teringat pesan, bahwa hanya orang-orang yg sungguh-sungguh dalam puasa yg akan merasakan nikmatnya berbuka. Hanya orang-orang yang betul-betul menahan diri dari nafsu hati, lisan, perut, akal, dan perbuatan lainnya; yang akan merasakan nikmatnya halalnya berbuka. Semoga pada bab ini, kita semua telah kholas (selesai). Ketika puasa adalah satu-satunya amal yang tidak bisa dilihat secara kasat mata seperti ibadah lain. Hanya kita dan Allah yang tahu apakah kita betul-betul puasa atau tidak.

Saudara/i ku di jalan perjuangan,
Mari kita beranjak lebih jauh. Tentang apa motivasi puasa kita tahun ini? Apa yang membuat kita menjalankan ibadah ini? Bukan hanya untuk kita, tetapi untuk gerakan ini. karena sesungguhnya gerakan adalah kumpulan manusia-manusia, yang menghidupi gerakan itu. Maka bagaimana gerakan itu, ya bagaimana orang-orangnya. Bagaimana orang-orangnya, kembali kepada bagaimana ruh-ruhnya. *Karena ruhaniyah adalah imunitas. Imunitas bagi pribadi, imunitas bagi gerakan itu sendiri. Ruhiyah yang buruk, imunitas yang buruk, akan mempengaruhi seluruh kinerja pribadi dan kinerja gerakan. Ketika antibodi tubuh keliru mengontrol mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus dihilangkan dari tubuh.* Terbolak balik. Astaghfirullah, na’udzubillah.

Oleh karena itu saudara/i ku,
Sekalipun kita ini berpijak di gerakan dakwah yang kental siyasahnya, kita harus kembali kepada yang asas. Sebagaimana nasihat Rasulullah ketika ditanya Abu Amrah tentang pendirian hidup, _”Qul amantu billah, tsummastaqim”_. *Aku beriman kepada Allah, dan aku perpegangteguh dengan pendirian itu.* Maka, jika ditanya, apa motivasi amal kader KAMMI hari ini? Semoga dg iman yang menguat, setiap kita bisa menjawab, Allah adalah motivasi amal-amal kami, kepadaNya kami kembali, kepadaNya kami berpegang teguh, kami tidak mengingkari nikmatNya, dan mensyukuri karuniaNya melalui amal-amal kami.

Saudara/i ku,
Ini sebagaimana Haji Agoes Salim, seorang pujangga, alim, filsuf, pemimpin Islam negeri kita, yang menjadikan nasihat nabi diatas sebagai lambang dalam stempelnya, lambang pada cap-cap suratnya, tertempel di pintu rumahnya. *Amantu billah tsummastaqim.* Dengan itulah kita berangkat dan pulang. Dengan itulah kita kibarkan panji-panji kita, kita jiwai segala karya-pengetahuan-kebudayaan, dan dengan pendirian itu kita berdiri di tengah masyarakat sebagai mahasiswa muslim dan gerakan pemuda Islam.

Mari kembali ke dasar ruhani. Kembali memperbaiki imunitas di momen Ramadhan yang langka ini. Kembali ke pangkalan kita bertolak dan pelabuhan terakhir kita berlabuh, kata Buya Hamka. Selamat menikmati hari-hari ramadhan penuh barakah, panjatkan doa terbaik di setiap waktu istijabah untuk kita, sahabat-saudara-kerabat, dan gerakah dakwah.

Bersama KAMMI, menjayakan *Indonesia* 2045🇲🇨🌏

Iman kuat, Karya Hebat,
Salam BPK PP KAMMI

Pin It on Pinterest