Semarang – Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jawa Tengah melakukan aksi damai menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Diikuti puluhan massa, aksi digelar di halaman PLN Distribusi Jateng-DIY di Jatingaleh, Semarang kemarin.

Koordinator aksi Amin Suryanto mengatakan demo dilatarbelakangi kekecewaan masyarakat atas kenaikan TDL yang berangsur-angsur yang ditetapkan pemerintah.

Mulai Januari 2017 hingga hari ini, tarif listrik sudah naik kurang lebih 165% dari tarif pada 2016. “Tarif dasar listrik belum sepatutnya naik,” ujar Amin Suryanto, dalam orasinya.

Sementara itu, para peserta aksi membawa lilin sebagai simbol ketidakmampuan masyarakat membayar harga listrik yang semakin mahal.

“Hari ini, kita bersama-sama menghidupkan lilin, agar ketika kita tidak mampu membayar tarif dasar listrik maka lilin inilah menjadi salah satu saksi sejarah hari ini,” kata Amin yang menjabat sebagai Ketua Umum KAMMI Jateng.

Dalam pernyataan sikapnya, KAMMI menyesalkan kenaikan tarif listrik yang memberatkan masyarakat. Terlebih jelang Ramadan bisa dipastikan akan terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Setelah beberapa waktu hanya berorasi dan menyerukan yel-yel, massa aksi akhirnya ditemui Manajer Komunikasi Hukum Administrasi PLN Jateng DIY, Audi Kamal serta Manajer Bidang Niaga PLN Jateng-DIY, Prijo Nugroho di depan pintu masuk gedung.

Dalam dialog dengan perwakilan KAMMI, Audi menegaskan bahwa kenaikan tarif listrik bukanlah kebijakan PLN, akan tetapi kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, dirinya berjanji akan meneruskan tuntutan tersebut kepada pemerintah.

Sumner : http://berita.suaramerdeka.com/kammi-jateng-tolak-kenaikan-tarif-daftar-listrik/

Pin It on Pinterest