Bogor – Kesatuan Aksi mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Bogor, adakan aksi pada Jum’at 26 Mei 2017, aksi tersebut berlangsung dari Taman Topi menuju Polresta Bogor, dan dilanjutkan ke Istana Bogor pintu 3 (tiga). Dimulai pada pukul 15.00, tidak sampai 10 menit masa aksi diringkus dan dimasukkan secara paksa kedalam mobil dan truk tahanan sampai pukul 16.00.
Aksi tersebut dilakukan atas dasar aksi yang dilakukan pada tanggal 24 Mei 2017 di posisi kurang lebih 100 m dari depan Istana Merdeka Jakarta, yang merenggut beberapa korban, yaitu 5 (lima) orang yang ditangkap dan luka lebam, serta 3 (tiga) aktivis KAMMI bogor terluka, 2 (dua) memar dikepala, dan satu orang mahasiswa bernama Dodo (Hadi Prabowo) terluka dikepala bagian pelilpis halis yang harus mengalami 4 (empat) jahitan. Hal tersebut terjadi atas perlakuan yang tidak adil yang dilakukan oleh oknum polisi, yang berada dibawah komando kapolres yaitu Suyudi Aria Seto. Adapun pernyataan KAMMI Daerah Bogor atas aksi tersebut adalah :
1. Mengecam atas tindakan represif oknum polisi ketika KAMMI melaksanakan aksi damai depan Istana Merdeka Jakarta termasuk di Depan Istana Bogor;
2. Menuntut agar Presiden Jokowi mencopot Kapolri Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya M. Iriawan dan Kapolres Jakarta Pusat Suyudi Ario Seto;
3. Mengecam keras atas tindakan terorisme Bom di Kampung Melayu dan KAMMI Bogor berbelasungkawa atas gugurnya 3 (tiga) anggota polisi;
4. Menuntut agar polisi menindak tegas akitivis-aktivis di siang maupun malam hari yang mengganggu ketertiban ibadah puasa masyarakat bogor.
“Kami melakukan aksi ini, Atas dasar perintah KAMMI pusat yang menginstruksikan kepada seluruh wilayah dan daerah untuk aksi pada tanggal antara 25 dan 26 Mei, sehingga KAMMI Daerah Bogor dipandang perlu turun aksi kejalan, untuk mengecam keras tindakan represif oknum kepolisian. Sasaran Kita sebenarnya selain ke Istana Bogor pintu 3 (tiga) adalah ke Kapolresta Bogor untuk menyapa dan berniat berbelasungkawa atas meninggalnya 3 (tiga) orang Anggota Polisi yang meninggal akibat korban Bom Melayu, bahkan kami juga sudah bawa sejadah untuk melaksanakan shalat ashar dan shalat ghoib, selain itu, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan kita juga menekan agar polresta bogor lebih gencar dan masif dalam menindak THM (Tempat Hiburan Malam), miras, dll. Tapi apalah jika sudah dicurigai KAMMI akan aksi ricuh, kami diusir karena harus sesuai surat bahwa aksi depan istana akhirnya kami turuti permintaannya dan kamipun jalan menuju istana Bogor pintu tiga, sesampainya kami langsung diringkus dimasukan ke mobil tahanan, karena melanggar undang”. Ujar Berry Sastrawan selaku kertua KAMMI Daerah Bogor.
“Sebagai salah satu contoh, KAMMI Aksi tanggal 24 Mei Damai, kita cuma duduk sambil menyalakan lilin mau selesai sampai jam 18.00, tapi dipukuli dan ditendangi, kemudian tanggal 25 Mei aksi pendukung ahok padahal sama” bikin macet depan balai kota DKI bahkan sampai jam 18.45 aman tidak terjadi pemukulan, mereka nyalakan lilin KAMMIpun nyalakan lilin, mereka menyanyikan lagu nasional, KAMMIpun menyanyikan lagu nasional plus sholawatan, mereka setelah aksi bersih tanpa sampah, KAMMIpun setelah aksi bersih tanpa sampah, selain itu di LP Cipinang pendukung ahok bahkan aksi sampai jam 12 Malam, tidak terjadi apa-apa, ada sebuah anekdot dari teman-teman KAMMI, mungkin karena aksi KAMMI tidak pakai baju kotak-kotak”. Tutur lanjutan Berry. (Tzki)

Pin It on Pinterest