Medan – Jumat 26 MeI 2017 Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)  MEDAN melakukan Aksi dengan “Tajuk Manifesto Reformasi” sebagai momentum peringatan Reformasi Dan hari kebangkitan nasional.  Aksi yang dikomandoi oleh saudara Asri Fahrizal selaku koordinator lapangan (korlap)  tersebut dihadiri massa mencapai 200 orang, yang terdiri dari seluruh kader-kader KAMMI se-kota Medan.

Aksi ini juga merupakan respon dari KAMMI MEDAN atas tindakan represif aparat kepolisian dalam demonstrasi KAMMI di Istana Negara yang menyebabkan 7 orang kader KAMMI terluka termasuk ketua KAMMI pusat sendiri yaitu Kartika Nurakhman.

Dalam orasinya Arri Aliansyah Siregar, S.H.I Selaku ketua KAMMI MEDAN menyampaikan pernyataan sikap didepan perwakilan anggota DPRD PROV SU yaitu bapak Indra Jaya dari fraksi golkar Dan bapak Sutrisno Pangaribuan dari Fraksi PDIP diantara delapan tuntutan mahasiswa (DETUM) yaitu :
keadilankan TDL listrik Dan kembalikan subsidi listrik 900VA agar rakyat kecil tidak semakin tercekik
2. Copot jaksa agung , karena jaksa tidak mencerminkan sebagai penegak hukum yang independent, namun justru sarat dengan kepentingan politik
3. Tuntaskan Dan bongkar kasus korupsi BLBI Dan e-KTP dengan setuntas-tuntasnya
4. Hentikan kriminalisasi terhadap ulama
5. Tolak liberalisasi SDM Dan ekonomi Indonesia
6. Kecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap aksi unjuk rasa KAMMI di Istana negara 24 MeI 2017
7. Tegakkan Hukum Yang Berkeadilan Dan Tanpa Pandang Bulu
8. Pecat KAPOLDA METROJAYA dan Kapolres Jaksel

Selain delapan tuntutan tersebut, Arri Aliansyah Siregar, S.H.I sangat menyayangkan tindakan aparat yang memukul wanita saat aksi KAMMI di Jakarta 2 hari yang lalu, padahal seharusnya derajat Wanita di angkat bukan malah di aniyaya ketika seorang Wanita berani bersikap kritis untuk menegakkan keadilan

Setelah penyampaian Orasi dan  pernyataan sikap, Bapak Indra Jaya sebagai anggota DPRD provsu dari Fraksi Golkar langsung memberikan tanggapan, Beliau menyampaikan turut perihatin atas apa yang dirasakan oleh KAMMI. Sehingga Beliau juga mengatakan apa yang menjadi aspirasi KAMMI MEDAN akan langsung diteruskan ke Pemerintah Pusat. Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Sutrisno Pangaribuan dari Fraksi PDIP yang berjanji akan langsung mem faxmail kan delapan tuntutan mahasiswa (DETUM)  ke pemerintahan pusat. Dan Beliau juga menghimbau kepada seluruh mahasiswa untuk terus menggelar parlemen jalanan sebagai katalisator bagi pembangunan untuk Indonesia yang lebih baik lagi.

Pin It on Pinterest